Pendidikan Guru dan Kompetisi yang akan Mengubah Segalanya

Sepanjang sejarah, pendidikan telah dibentuk dengan konsep Membangun gedung-gedung mewah, Selama tahun-tahun mendatang, dengan hyper-connected dunia, kita dengan cepat akan mulai beralih ke model yang bersandar.

Percakapan yang singkat yang dibingkai masalah yang sangat ringkas. Sama sekali tidak untuk cukup untuk menstranfer ilmu pengetahuan. Guru menjadi masalah dalam hal ini, Pengajaran membutuhkan ahli. Pendidikan yang berkompetensi.

Dimulai dengan mendefinisikan sepotong pembelajaran, Pembelajaran yang diajarkan di sebagian besar perguruan tinggi, saya membayangkan suatu kompetisi untuk mengubah cara yang efektif untuk hasil yang maximal. Jadi proses akan melibatkan tiga langkah yang berbeda - belajar, retensi, dan sertifikasi.

1) Belajar :Belajar adalah proses untuk memperoleh pengetahuan baru, keterampilan atau perilaku. 

Hal ini dapat dicapai dalam berbagai cara termasuk modifikasi pengetahuan yang ada atau dengan sintesis informasi baru. Orang belajar melalui koneksi sensorik dengan informasi yang disajikan kepada mereka. Percakapan manusia dengan menambahkan beberapa visual adalah metode yang paling umum digunakan saat ini untuk mengajar siswa. Meskipun beberapa hal menarik yang terjadi, sedikit yang berubah dalam seribu tahun terakhir. Pada saat yang sama, kemampuan kita untuk membentuk, fashion, dan informasi yang gamify dengan cara baru dan menarik telah berkembang pesat di sekitar kita.

Ketika kita memikirkan kemungkinan bagaimana informasi dengan bentuk dan penyajian model lama. kita mulai melihat ribuan kemungkinan baru: 

  1. Belajar melalui film 
  2. Belajar melalui sebuah aplikasi 
  3. Belajar melalui prestasi kami 
  4. Belajar melalui pengalaman 
  5. Belajar melalui permainan 
  6. Belajar melalui musik 
  7. Belajar melalui podcast 
  8. Belajar melalui pengalaman dunia maya 
  9. Belajar melalui bau, rasa, dan keterlibatan sensorik 
  10. Belajar dengan menggunakan kombinasi dari semua di atas

Namun, menemukan cara baru dan menarik dalam menyajikan informasi merupakan suatu hal yang rumit walau itu mereferensi dari model yang sudah ada. Menciptakan suatu proses dan  mengubahnya menjadi sesuatu yang berbeda sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan.

2) Retensi - Setelah pembelajaran awal telah terjadi, berapa lama siswa akan bertahan? 

Kita semua telah mendengar cerita umum kebanyakan dari mereka memiliki satu tujuan - untuk lulus ujian. Bagi sebagian melalaui sebuah pembelajaran dalam menyelesaikan pembelajaran adalah sesuatu yang membosankan.
Ada banyak teknik untuk meningkatkan retensi seseorang yang berfikir bahwa saya tidak akan masuk ke dalam sehingga mereka tidak begitu mengindahkan pendidikan, yaitu dengan merancang sebuah proses yang menjamin retensi lebih besar, dan kemampuan untuk menunjukkan efektivitas, harus menjadi bagian dari kompetisi secara keseluruhan.

3) Sertifikasi -.Sertifikasi pembelajaran telah melibatkan beberapa bentuk pengujian, tetapi sistem yang jauh lebih baik kemungkinan akan muncul dalam kompetisi seperti ini.

Seseorang yang sudah tersertifikasi dalam dunia pendidikan akan bisa membedakan antara orang yang menebak dengan benar, dan salah satu yang menjawab dengan benar dengan percaya diri, yang berdapak pada proses penilaian. Sehingga penilain tidak hanya memvalidasi pengetahuan tetapi juga kepercayaan dengan yang disajikan.

Sekali lagi, ada ratusan solusi yang mungkin diterapkan dalam kompetisi pendidikan, entah bagaimana harus menemukan cara untuk menyatakan bahwa orang tersebut memang memperoleh pengetahuan baru dari sebuah pengalaman.


Labels: