BIMBINGAN DAN PENYULUHAN

Bimbingan dan penyuluhan  merupakan terjemahan dari istilah Guidance & counceling dalam bahas Inggris. Sesuai dengan istilahnya, maka bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai suatu bantuan. Namun untuk dalam pengertian yang sebenarnya, tidak setiap bentuk bantuan adalah bimbingan. Misalnya jika seorang guru membisikan jawaban suatu soal ujian pada waktu ujian agar siswanya lulus, tentu saja “bantuan “ ini bukan bentuk bantuan yang dimaksud dengan “bimbingan “. Demikian pula misalnya seorang anak yang membantu menyeberangkan seorang nenek tua pada waktu jalan yang ramai, bantuan semacam itu bukan bentuan dalam arti “ bimbingan “. Bentuk bantuan dalam arti “ bimbingan “ membutuhkan syarat tertentu, bentuk tertentu, prosedur tertentu, pelaksanaan tertentu sesuai dengan dasar,prinsip dan tujuannya.
Dengan membandingkan beberapa definisi tentang bimbingan, dapat ditarik beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan pengertian bimbingan ,yaitu :
Pertama, bimbingan merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Hal ini mengandung arti bahwa kegiatan bimbingan bukan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara kebetulan,incidental,sewaktu-waktu,tidak sengaja,atau asal saja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematik,sengaja,berencana,terus-menerus,dan terarah kepada tujuan. Setiap kegiatan bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan artinya senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana individu telah berhasil mencapai tujuan dan menyesuaikan diri.
Kedua, bahwa bimbingan merupakan proses membantu individu, dengan perkataan membantu berarti bukan suatu paksaan. Memang bimbingan tidak memaksakan individu untuk menuju ke satu tujuan yang ditetapkan oleh bimbingan secara pasti, melainkan membantu atau menolong mengarahkan individu kea rah suatu tujuan yang sesuai dengan potensinya secara optimal. Yang menentukan pilihan ialah individu itu sendiri, sedangkan pembimbing hanya membantu. Ini berarti pula bahwa proses bimbingan merupakan kegiatan yang bersifat kerja sama secara demokratis dan tidak otoriter dari pihak pembimbing. Oleh karena itu bimbingan memerlukan tekhnik-tekhnik tertentu yang memadai dan objektif.
ketiga, bahwa bantuan yang diberikan ialah kepada setiap individu yang memerlukannya di dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Jadi jelas bahwa bimbingan meberikan bantuan kepada setiap individu baik anak-anak maupun orang dewasa dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sehubungan dengan ini ada beberapa kekeliruan dalam menafsirkan bimbingan, antara lain :
ada yang berpandangan bahwa bimbingan hanya diberikan kepada mereka yang masih baru sekolah saja. Sesuai dengan pengertian bimbingan yang sebenarnya, pandangan semacam di atas sangat kurang tepat karena yang memerlukan bantuan pada hakikatnya bukan mereka yang masih sekolah saja melainkan setiap individu. Meskipun mungkin dalam situasi tertentu mereka yang masih bersekolah akan menghadapi maslah yang lebih banyak dan khusus bila dibandingkan dengan individu lainnya. Bimbingan yang diberikan di sekolah lebih bersifat formal.
Pandangan lain mengatakan bahwa bimbingan hanya diperuntukan bagi individu yang salah suai atau yang nakal saja. Juga pandangan ini keliru krena yang menghadapi masalah dan memerlukan bantuan tidak hanya mereka yang salah suai atau nakal saja tetapi setiap individu. Dalam situasi tertentu mungkin mereka yang tergolong salah suai atau nakal memer;ukan prioritas dalam memberikan bantuan baik dalam jenis bantuan maupun dalam tekhnik-tekhniknya. Hal ini sesuai dengan maaslahnya, di mana individu salah suai dan individu nakal akan lebih banyak menunjukan dan menghadapi masalah-masalah.
Selain itu ada pula yang beranggapan bahwa bimbingan hanya diberikan kepada pemuda dan anak-anak, sedangkan orang dewasa tidak memerlukannya. Juga pandangan ini keliru. Karena pada hakikatnya orang dewasa pun banyak menghadapi masalah-masalah dan memerlukan bantuan dalam pemecahannya. Tentu saja masalah yang dihadapi oleh orang dewasa akan berlainan dengan masalah yang dihadapi oleh anak-anak dan pemuda lebih banyak membutuhkan bantuan bimbingan, adalah karena dalam situasi tertentu para pemuda lebih banyak menghadapi masalah dan memrlukan bantuan dalam pemecahannya. Hal ini sesuai dengan tingkat atau fase perkembangan pada masa anak-anak  atau pemuda yang secara psikologis banyak menghadapi perubahan-perubahan yang pesat baik fisik maupun mental.
Keempat, bahwa bantuan yang diberikan bertujuan individu dapat mengembangkan dirinya secara optimal menjadi pribadi-pribadi yang mandiri. Selanjutnya dengan tercapainya fungsi-fungsi kemadirian itu, individu dapat menyesuaikan diri kepada lingkungannya yaitu lingkungan keluarga, sekolah dam masyarakat. Sebagai anggota masyarakat dia harus menjadi warga masyarakat yang produktif dan berguna. Semua itu dapat tercapai jika individu berhasil mengembangkan kapasitasnya secara optimal. Jika kindividu berhasil dalam menyesuaikan dirinya maka dia akan memperleh kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat lingkungannya.

Kelima,untuk mencapai tujuan bimbingan seperti tersebut di atas, digunakan pendekatan pribadi dengan menggunakan berbagai tekhnik dan media bimbingan.Yang dimaskud dengan pendekatan pribadi adalah pendekatan yang bertitik tolak pada pandangan bahwa siswa sebagai pribadi yang unik, dengan segala cirri dan karakteristiknya. Pemberian bantuan dalam rangka bimbingan, hendaknya bertitik tolak dari kondisi pribadi masing-masing individu. Adapun media-media yang dapat digunakn dalam bimbingan antara lain beberapa bahan-bahan,alat,latihan,interaksi, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan berbagai tekhnik.
Keenam, dalam melaksanakan usaha dengan berbagai media tersebut di atas, pembimbing hendaknya menciptakan suasana asuhan yang biasanya diistilahkan sebagai tut wuri handayani, ing ngarso sung tulodoDalam suasana seperti ini rasa kasih sayang, keakraban, hormat-menghormati, saling mempercayai dan tanpa pamrih mewarnai seluruh kegiatan bimbingan. Di samping itu bimbingan tidak boleh menyimpang dari norma-norma yang diturunkan dari pancasila sebagai arah dan landasan bimbingan.
Dari uraian di atas disimpulkan pengertian bimbingan sebagai berikut :  Bimbingan ialah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.
Kemudian yang menjadi tujuan usaha bimbingan ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi  yang mandiri, yaitu
  1. Mengenal diri sendiri dan lingkungannya sebagaimana adanya.
  2. Menerima diri sendiri dan lingkungannya secara positif dan dinamik;
  3. Mengambil keputusan;
  4. Mengarahkan diri sendiri; dan
  5. Mewujudkan diri sendiri.
Fungsi kemandirian yang pertama, yaitu mengenal diri sendiri dan lingkungan, meliputi kemampuan pengenalan terhadap keadaan, potensi,kecenderungan,kekuatan dan kelemahan diri sendiri seperti apa adanya. Disamping itu fungsi ini juga mencakup pengenalan terhadap berbagai kondisi objektif yang ada di luar diri sendiri; khususnya di dalam lingkungan hidup sehari-hari.


Labels: