SERTIFIKASI MEMAKAN HATI

Kadang kita lupa akan rasa manusiawi saat keuntungan berada di depan mata kita,,, sertifikasi mengharuskan setiap guru yang lolos sertifikasi harus mengajar minimal 24 jam,,, di Sekolah SD tidaklah menjadi masalah besar, karena untuk memperoleh 24 jam lebih mudah. Tetapi di SMP/SMA untuk memperoleh 24 jam agak sulit. hal tersebut menyebabkan beberapa guru yang lolos sertifikasi harus mendesak waktu mengajar orang lain, dalam hal tersebut adalah kebijakan dari sekolah, yaitu; kepala sekolah dan waka kurikulum, kadang kebijakan yang tidak bijak. demi memperoleh 24 jam yang kebanyakan adalah pegawai negeri mengambil jam guru lain, dan ironisnya adalah para guru tidak tetap (GTT) yang hanya mengandalkan jumlah jam untuk mendapatkan gaji lebih.
Tidakkah menyakitkan saat gaji sudah nombok, masih di diskriminasikan dengan dipotongnya jam mengajar, yang memotong adalah orang-orang yang sudah mempunyai gaji tiap bulannya bukan termasuk gaji dari sertifikasi sepersepuluh lebih dari gaji para GTT. Ironis juga mereka tega mengambil penghasilan orang lain hanya untuk mendapatkan uang lebih banyak.
Apakah di sebut punya hati jika sudah demikian, tapi siapa yang patut disalahkan jika sudah demikian. Atau hal tersebut merupakan awal pengurangan tenaga pendidikan secara permanen. Berfikirlah secara bijaksana dengan memperhatikan rakyat kecil, jeritan akar rumput.
maju terus pendidikan Indonesia

Labels: