RESESI BUDAYA DAN LUNTURNYA BUDAYA ASLI

Indonesia adalah negara yang memiliki budaya yang bermacam-macam "Multicultural", Budaya yang diwariskan oleh leluhur sejak zaman nenek moyang sudah tidak dibudayakan lagi terutama oleh kaula muda. Budaya yang di kemas dengan elok oleh nenek moyang seharusnya kita jaga dan pelihara. Walau banyak perkembangan karena pengaruh globalisasi dan perkembangan budaya namun tidak seharunya budaya asali kita tinggalkan.

Kalau kita melihat dan menengok gaya dan pergaulan anak muda zaman sekarang yang katanya era millenium dari abad ke-2 , disekitar kita saja tidak usah jauh-jauh tengok dan perhatikan seberapa besar mereka berperilaku sesuai dengan budaya timur. Lihatlah pergaulan mereka yang sudah dianggap sederhana oleh mereka padahal zaman dahulu kala dianggap sangat tidak elok bagi orang yang disebut sebagai manusia yang beradab. 

semisal dalam hal berperilaku sopan dan santun, seberapa besar anak muda zaman sekarang berperilaku sopan dan menjunjung tinggi budaya timur ? 

Seharusnya kita perihatin dengan pola pergaulan anak zaman sekarang, terutama orang-orang yang masih menjunjung tinggi budaya timur terlebih lagi para orang tua. pergaulan yang bebas (tidak sedikit anak usia sekoalh hamil di luar nikah). perempuan sudah tidak malu lagi keluar rumah dengan tanpa berbusana karena minimnya bahan yang mereka gunakan hem,,,,

Budaya yang seakan mengedepankan kebebasan yang tidak dibarengi dengan penghargaan terhadap orang lain. contoh sederhana : 
  1. Sporter bola yang membawa euforia kemenangan bahkan kekalahan dengan menggembor-gemborkan kendaraan bermotor (knalpot blombingan), dan dilakukan pada sore/ petang hari. jelas kalau dianalisis setiap pertandingan bola selesainya sore hari dan itu pasti berbarengan dengan Ibadah agama Islam (magrib) dan di berbagai tempat polisi seakan membiarkan hal-hal semacam itu (entah karena tidak ada uangnya/malas mengurusi hal-hal kecil atau karena mereka juga baru melaksanakan ibadah).
  2. Anak muda zaman sekarang lebih banyak yang tidak menghargai orang yang lebih tua (bahasa jawanya nranyak)
  3. Perkelahain antar pelajar merebak seakan baru musim tawuran, dan tidak hanya pelajar saja yang disayangkan mahasiswa pun tiadak mau kalah dengan anak-anak SMP/SMA. (mungkin tahun depan trentnya dimualai dari sejak TK)
Sungguh memprihatinkan, yang saya tuliskan di atas baru sedikit sekali tentang lunturnya budaya Nasional. Semoga Pemerintah dan jajarannya dibantu kearifan likal masyarakat Indonesia mau memikirkan dan merupah pola pendidikan baik di lingkungan keluarga, Masyarakat, dan sekolah.

Labels: ,