Ketika Negara Bangkrut

Ketika-Negara-Go-Pailit
Jerman bukan satu-satunya negara bangkrut setelah Perang Dunia II. Kita melihat sejumlah negara di ambang kebangkrutan. Yang pasti, banyak negara telah bangkrut di masa lalu, dan lebih banyak akan sama di masa depan. Jadi siapa yang berikutnya, dan apa jenis masalah penyebab kebangkrutan suatu negara?

Ketika suatu negara mengalami kebangkrutan, rasa sakit yang dirasakan pada tingkat yang sangat dalam. Yang paling dasar sistem dan lembaga yang dibangun bgitu saja menghilang. Perusahaan listrik berhenti beroperasi, polisi berhenti bekerja, toko bahan makanan kehabisan makanan, pekerja pos berhenti mengirimkan surat, cek pensiun berhenti datang, dan bank menutup pintu dengan para bankir dengan melarikan diri dari negara tersebut, dan mengambil tabungan kehidupan masyaraka.
Inilah yang terjadi di Argentina pada tahun 1999

Presiden Argentina, Carlos Menem, percaya dengan beberapa pemikiran IMF terbaru tentang bagaimana sebuah pasar kapitalis yang tidak terkendali akan menjadi resep utama untuk sukses. Namun, tanpa kontrol yang baik, bisnis akan berkembang pesat dengan mengorbankan negara, dan masyarakat umum akan menderita

Dalam kasus Argentina, orang-orang kaya mengambil uang di negara tersebut  (korupsi) dan melarikan diri dari negara tersebut. Lebih dari $ 40.000.000.000 meninggalkan negara itu dalam satu malam. Hal ini mengakibatkan runtuhnya mata uang nasional negara itu. Warga Argentina begitu putus asa dan panik yang menghabiskan banyak malam untuk tidur di depan anjungan tunai mandiri. Dalam reaksi ini, pemerintah membekukan semua rekening bank untuk satu tahun, hanya memungkinkan orang untuk menarik sejumlah kecil uang mereka sebesar $ 250 per minggu. 

Pada Desember 2001, konfrontasi antara polisi dan warga menjadi pemandangan umum, dan pembakaran di beberapa jalan utama di Buenos Aires. 

Presiden Fernando de la Rua menyatakan keadaan darurat, yang hanya menyebabkan lebih banyak konflik dan gejolak. Akhirnya, situasi menjadi begitu kacau dan menyebabkan Presiden Fernando de la Rua melarikan diri dari massa yang marah dengan menggunakan helikopter. 

Perusahaan swasta banyak juga terpengaruh oleh krisis. Airlines Argentina, sebagai contoh, terpukul keras, dan memaksa menghentikan semua penerbangan internasional, Mereka hampir bangkrut,

Tingkat pengangguran melonjak menjadi hampir 25%. Diperkirakan 30.000-40.000 orang baru menjadi tunawisma dan pengangguran dan bertahan hidup dengan mengais-ngais sampah untuk menambah nafkah dengan menjualnya ke pabrik daur ulang. 

Banyak jaringan dipotong untuk mengkompensasi kekurangan kas, Produk Argentina ditolak oleh beberapa negara. Pertanian juga dipengaruhi. USDA menempatkan pembatasan makanan ke Argentina. Produsen saluran televisi dipaksa untuk memproduksi reality show TV jauh lebih banyak karena jauh lebih murah untuk biaya produksi. Hampir semua yang berhubungan dengan pendidikan program TV dibatalkan.
 
Belajar dari Islandia Islandia, 

sebuah negara kecil dengan hanya kurang dari 320.000 warga, adalah domino pertama yang jatuh dalam krisis keuangan tahun 2008. Islandia dihantam keras oleh krisis dibandingkan negara lain. Hanya dalam lima tahun, bank-bank berubah dari pemberi pinjaman hampir seluruhnya berasal dari dalam negeri menjadi perantara keuangan internasional. 

Tanpa sepengetahuan sebagian besar penduduk, negara ini pada dasarnya mengubah dirinya menjadi sebuah hedge fund besar. Seluruh bangsa itu terjebak dalam web penipuan. 

Dalam hitungan minggu setelah runtuhnya perbankan, tingkat pengangguran melonjak menjadi 10 persen, harga rumah di jatuh, mata uang jatuh dan inflasi melonjak.

Tapi Islandia menggunakan buku aturan yang berbeda dari Argentina. 

Mereka menolak untuk melunasi utang bank-bank. Ini mungkin merupakan model bagi negara-negara lain menghadapi bencana serupa di masa mendatang. Hanya lebih dari tiga tahun setelah ledakan ekonomi Islandia, negara ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Negara Indonesia 

Indonesia adalah negara dengan hutang yang sangat banyak mencapai sekitar 1.903 trilliun, apakah negara tercinta ini akan menuju kebangkrutan selanjutnya dari negara-negara sebelum Indonesia yang mengalami kebangkrutan ? Indonesia mengalami krisis pada tahun 1998 bahkan bisa dibilang krisis tersebut belum pulih sampai sekarang. Dengan hutang yang menumpuk yang menyebabkan anggaran negara menjadi jebol langsir beberapa penguasa negara kita. 

Hingga saat ini perbaikan belum kunjung baik, diperlukan kearifan lokal warga negara untuk memajukan perekonomian negara yang dibarengi kesadaran dari para penguasa untuk tidak menghamburkan uang negara dan fokus kepada pelunasan hutang sehingga kemajuan negara cepat tercapai. 

Anggaran subsidi BBM dan listrik yang sangat besar, dan terus meningkat setiap tahun. semisal pada tahun 2010, subsidi BBM dan listrik mencapai Rp 140 triliun. dan pada tahun  2011 meningkat menjadi Rp 256 triliun. Menyebabkan keterpurukan negara Indonesia terus berlanjut.
Jika situasi seperti ini terus berlangsung maka Negara mungkin Go-Pailit...

Labels: ,