Kejahatan Semakin merajalela

http://www.republika.co.id
Selain kejahatan yang sifatnya kecil-kecilan semacam penganiayaan, pengrusakan, sekarang semakin banyak kejahatan yang ber aksi secara bebas dan kadang polisi cenderung membiarkannya. Kerja polisi untuk menangkap penjahat sangat lambat. Contoh nya di daerah banguntapan bantul Yogyakarta akhir-akhir ini, pengrusakan dan perampokan sering terjadi namun sampai sekarang belum ada penjahat yang tertangkap. Hanya beberapa pencuri kecil-kecilan yang tertangkap. Itu saja sudah ditangkap dulu oleh warga.

Apakah semakin sulitnya mencari perkerjaan sedangkan biaya kehidupan yang semakin mewah sehingga penjahat yang dulunya tidak pernah terfikir olehnya untuk menjadi penjahat, namun karena kebutuhan yang mendesak maka mereka memutuskan untuk berbuat kriminal untuk memenuhi tuntutan hidupnya, tidak jarang penjahat menggunakan parang, golok, dan senjata api dalam aksinya dan sering melukai korbannya dengan tanpa manusiawi.

Ada dua hal yang pantas menjadi perhatian kita semua. Pertama adalah meningkatnya kriminalitas di tengah masyarakat. Frekuensi kejahatan yang terjadi sudah pada tingkat yang sangat memprihatinkan.

Kita tidak tahu fenomena apa yang tengah terjadi di tengah masyarakat sekarang ini.

Masalah yang penting menjadi perhatian kita adalah penggunaan senjata api di tengah masyarakat. Begitu banyak senjata api yang ada di tengah masyarakat dan sebagian dipergunakan untuk kepentingan yang tidak benar.

Hanya polisi dan tentaralah yang sebaiknya diberi hak untuk menggunakan senjata api.

Begitu sulitnya kita melarang penggunaan senjata api di tengah masyarakat. Dewan Perwakilan Rakyat bahkan membuat aturan yang mengizinkan pihak-pihak tertentu memiliki senjata api dengan alasan untuk berjaga-jaga.

Peraturan itu membuat kita tidak bisa mengontrol siapa yang boleh dan tidak boleh memegang senjata api. Bahkan lebih lanjut membuat peluang terbentuknya pasar gelap dalam jual-beli senjata api. Sekarang begitu banyak penjahat yang menggunakan senjata api sebagai alat untuk mengancam korbannya.

Sudah banyak warga masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan senjata api.

Siapa pun yang mempunyai senjata api, di luar polisi dan tentara, maka mereka melanggar aturan dan kita tinggal menindaknya.

Bonar dan Suhara seharusnya menjadi korban yang terakhir dari kejahatan dengan senjata api. 

Sumber dari : http://www.metrotvnews.com/read/tajuk/2012/05/26/1147/Kejahatan-Bersenjata-Sudah-Keterlaluan/tajuk

Labels: ,